Mexico City (KABARIN) - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengumumkan bahwa negaranya kembali mengirim kapal bantuan kemanusiaan ke Kuba. Kapal tersebut menjadi pengiriman bantuan kelima dari Meksiko untuk Kuba sejak embargo Amerika Serikat makin diperketat.
Dalam konferensi pers pada Senin (11/5), Sheinbaum menegaskan Meksiko akan terus menunjukkan solidaritas terhadap Kuba dan negara-negara lain yang membutuhkan bantuan.
"Hari ini, sebuah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan berangkat menuju Kuba. Meksiko akan selalu bersaudara dan menunjukkan solidaritas dengan seluruh bangsa di dunia, khususnya Kuba," kata Sheinbaum.
Dia juga menegaskan dukungan Meksiko terhadap rakyat Kuba sejalan dengan prinsip penentuan nasib sendiri yang tercantum dalam konstitusi negara tersebut. Selain itu, Sheinbaum kembali menyuarakan penolakan terhadap embargo ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap Kuba.
Saat ditanya soal kemungkinan pengiriman bahan bakar, Sheinbaum mengatakan Kuba saat ini sudah mendapatkan pasokan minyak dari Rusia. Karena itu, pemerintah Meksiko memilih fokus mengirim bantuan kemanusiaan dalam bentuk lain seperti pangan dan kebutuhan pokok.
Situasi Kuba sendiri makin mendapat sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 29 Januari menandatangani perintah eksekutif terkait tarif impor untuk negara-negara pemasok minyak ke Kuba. Trump juga menetapkan status darurat dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional AS.
Pemerintah Kuba menilai langkah tersebut sebagai bagian dari embargo energi yang bertujuan melemahkan ekonomi negara mereka sekaligus memperburuk kondisi hidup masyarakat Kuba.
Sejak embargo AS diberlakukan, Meksiko tercatat sudah mengirim empat kapal bantuan ke Kuba. Kapal terbaru ini menjadi kapal kelima yang dikirim sebagai bentuk dukungan kemanusiaan dari pemerintah Meksiko.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026